Satu Komando, Warga PSHT Pusat Madiun Siap “Hitamkan” TMII dan Penjuru Nusantara
1 min read

Satu Komando, Warga PSHT Pusat Madiun Siap “Hitamkan” TMII dan Penjuru Nusantara

Korlap | ​Jakarta – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) diingatkan untuk tidak meragukan soliditas dan kekuatan keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun. Menanggapi dinamika yang berkembang, para tokoh senior PSHT menegaskan bahwa seluruh warga siap menunjukkan eksistensi dan loyalitas mereka dalam satu komando.

​Pernyataan Sikap Tokoh PSHT, Dua tokoh Pusat Madiun, Haji Nasihi dan Haji Etar, mengeluarkan pernyataan tegas terkait kesiapan fisik dan mental para anggota. Mereka menyatakan bahwa jika organisasi ditantang untuk membuktikan basis massanya atau “tes ombak”, maka seluruh elemen warga tidak akan tinggal diam.

​”Kami instruksikan kepada seluruh warga PSHT Pusat Madiun untuk bersiap. Jika saatnya tiba, kita akan ‘hitamkan’ Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta sebagai pusat konsentrasi massa,” ujar Haji Nasihi dalam keterangannya, Kamis (2/4).

​Siaga di Seluruh Nusantara Tidak hanya terfokus di Ibu Kota, Haji Etar menambahkan bahwa gerakan ini akan bergulir serentak di berbagai wilayah di Indonesia. Kekuatan ini merupakan bentuk loyalitas tegak lurus kepada pimpinan pusat di Madiun.

​”Ini bukan sekadar gertakan. Seluruh nusantara, dari tingkat cabang hingga ranting, sudah menyatakan kesiapannya untuk bergerak serentak. Hitamnya seragam kita akan memenuhi jalanan dan titik-titik strategis sebagai bukti bahwa PSHT Pusat Madiun adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan,” tegas Haji Etar.

​Langkah ini diambil sebagai respons atas situasi yang berkembang di lingkup organisasi pencak silat nasional (IPSI). PSHT Pusat Madiun ingin memastikan bahwa marwah dan kedaulatan organisasi harus tetap dihormati oleh pihak manapun.

​Hingga berita ini diturunkan, suasana di internal warga PSHT terpantau kondusif namun dalam posisi siaga penuh menunggu instruksi lanjutan dari pusat.

Pihak organisasi juga menghimbau agar seluruh warga tetap menjaga ketertiban umum dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab, sembari tetap memegang teguh prinsip Persaudaraan.

Reporter : Korlap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *