SH TERATE PUSAT MADIUN MENGECAM KERAS OPERASI OPINI MURAHAN JELANG MUNAS IPSI 9 – 12 April 2026
2 mins read

SH TERATE PUSAT MADIUN MENGECAM KERAS OPERASI OPINI MURAHAN JELANG MUNAS IPSI 9 – 12 April 2026

Korlap | Jateng – Menjelang agenda strategis Musyawarah Nasional Ikatan Pencak Silat Indonesia, publik dihadapkan pada fenomena yang tidak hanya mencederai logika, tetapi juga merusak nilai moral penyebaran video yang direkam tanpa izin, dipotong secara manipulatif, lalu dipropagandakan seolah-olah sebagai fakta utuh.

Kami tidak akan menyebut ini sekadar kekeliruan. Ini adalah operasi opini. Sebuah upaya sistematis yang patut diduga sengaja dirancang untuk membentuk persepsi publik secara menyesatkan, dengan memanfaatkan momen strategis menjelang MUNAS.

Kehadiran Ketua Umum SH Terate di forum resmi PB IPSI adalah tindakan terbuka, sah, dan konstitusional dalam kerangka organisasi. Tidak ada ruang untuk spekulasi liar, kecuali bagi mereka yang memang membutuhkan kegaduhan untuk menutupi kepentingan tertentu.

Namun faktanya, ada pihak yang memilih cara-cara tidak terhormat merekam diam-diam, memotong realitas, lalu menjual narasi. Ini bukan kritik. Ini bukan kontrol sosial. Ini manipulasi.

Sebagaimana ditegaskan H. Nasihin substansi pertemuan sama sekali tidak tercermin dalam video yang beredar. Artinya, publik sedang disuguhi potongan realitas yang sudah “direkayasa” untuk tujuan tertentu.

Pertanyaannya kini bukan lagi apa yang terjadi, melainkan siapa yang bermain, dan apa motifnya?

Momentum Idul Fitri yang seharusnya menjadi ruang pemulihan moral, saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, justru dinodai oleh praktik yang jauh dari nilai kejujuran dan kesatria. Padahal, dalam ajaran luhur pencak silat, kesatria tidak bersembunyi di balik potongan video. Kesatria berdiri di atas kebenaran, bukan manipulasi.

H. Etar tegaskan Fakta di lapangan tidak bisa dipelintir, pertemuan berlangsung hangat, terbuka, dan kondusif bersama tokoh-tokoh seperti H. Benny Gautama Sumarsono dan Drs. H. R. Moerdjoko. Tidak ada konflik. Tidak ada insiden. Tidak ada drama, kecuali yang sengaja diproduksi di luar forum.

Amriza Khoirul Fachri, Hentikan praktik kotor pembentukan opini berbasis manipulasi. Hentikan upaya memecah persaudaraan dengan cara-cara tidak bermartabat.
Publik berhak atas kebenaran, bukan rekayasa.

Warga SH Terate berhak atas kejelasan, bukan provokasi. Dan bagi pihak-pihak yang terus memainkan narasi sesat, ingat satu hal kebenaran mungkin bisa ditunda, tetapi tidak bisa dikalahkan.

Reporter : Korlap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *