PSHT Pusat Madiun Pilih Jalan Teduh di Tengah Ancaman Pembubaran Aktifitas Latihan & Kegiatan Kemasyarakatan
Korlap | Madiun – Di tengah mencuatnya ancaman pembubaran tempat latihan dan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan PSHT berbadan hukum, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun memilih untuk tidak merespons dengan emosi.
Sebaliknya, organisasi ini menunjukkan sikap santun, bijaksana, dan penuh keteduhan dalam menjaga marwah persaudaraan.
Bagi PSHT Pusat Madiun, tempat latihan bukan sekadar ruang aktivitas. Ia adalah rumah bagi tumbuhnya nilai-nilai luhur tempat generasi muda belajar tentang budi pekerti, kedisiplinan, dan arti persaudaraan sejati. Ancaman terhadap ruang-ruang ini bukan hanya persoalan administratif, melainkan menyentuh sisi kemanusiaan dan ikatan batin yang telah lama terjalin di tengah warga.
Melalui Perwakilan Lembaga Hukum dan Advokasi SH Terate Pusat Madiun, Nasihin dan Nur Indah, disampaikan bahwa dalam situasi yang berpotensi memecah belah, PSHT Pusat Madiun justru mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi.
“Tidak ada ajaran Setia Hati yang membenarkan tindakan yang menimbulkan ketakutan atau perpecahan. Kami memilih tetap tenang, karena kami percaya persaudaraan tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan apa pun,” tegas perwakilan tersebut.
Lebih lanjut, mereka menekankan bahwa setiap perbedaan seharusnya diselesaikan melalui jalur yang bermartabat, dengan mengedepankan dialog, etika organisasi, dan penghormatan terhadap proses hukum.
Pendekatan yang bersifat tekanan atau pembubaran dinilai justru berpotensi melukai nilai-nilai luhur yang selama ini dijaga bersama.
Dalam nada yang penuh keprihatinan namun tetap menjaga martabat, PSHT Pusat Madiun menyampaikan bahwa keteguhan tidak selalu harus ditunjukkan dengan sikap keras. Justru dalam kesabaran, kedewasaan, dan kejernihan hati, kekuatan itu menemukan bentuknya.
“Kami berdiri dalam ketenangan, karena kami yakin persaudaraan sejati tidak akan runtuh oleh tekanan. Yang kami jaga bukan sekadar organisasi, tetapi hati, rasa, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan lintas generasi.”
PSHT Pusat Madiun pun mengajak seluruh pihak untuk kembali pada tujuan awal: membangun manusia berbudi luhur, menjaga kedamaian, dan merawat persaudaraan di atas segala perbedaan.
Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang paling kuat melainkan siapa yang tetap mampu menjaga kemanusiaan di tengah ujian.
Reporter : Korlap
